“Yap... Terkadang aku merasa, aku hanya HIBURAN
baginya. Dia datang padaku, hanya saat dia bosan aja. Kalau dia gak bosan, aku
dicuekin, diacuhkan bahkan ngerasa seperti gak kenal. Hahahahah... Aku baru
sadar, aku yang menganggapnya sangat special. Tapi dia gak, sakitnya tuh disini
*Nunjuk Hati*”
Halo
semuanya...!!! Masih ingat aku gak? Aku Abdul, bisa juga dipanggil Dule. Ohiya
ini adalah salah satu cerita di satu set cerita musiman, yang kubuat kedua
yaitu “Between Summer and Winter”. Yang pertama kan “Fantastic’s Life”, yaa ada
lima cerita. Ohia, udah lama gak ngeblogging. Akhirnya bisa juga, dan kali ini
bakal ngebahas ceritaku dengan Aqzha... Ohia, ini ada aroma ‘Shounen Ai*’nya
gitu. Jadi mohon dimaklumi, kalau ada yang membahas tentang ciuman sesama jenis
XD.
Sayounara Aqzha-kun
“Belakangan kamu...
Tak terlihat ditempat ini, Kujadi khawatir
Ku ingat kembali senyumanmu itu yang
Lebih cerah dari siapapun
Aku dengar kamu...
Pindah ke suatu tempat yang sangat jauh
Kuingin disaat saat terakhir
Bisa ucapkan selamat tinggal...”
Lagu
Rider mulai terdengar seperti menemani cuaca yang sama seperti biasanya,
di sore hari. Hujan turun dengan derasnya dan tak juga mau berhenti, seakan
ingin menetap di langit luwuk. Awan menangis, membuat suasana hatiku menjadi
tambah kacau. Hanya bisa menatap Handphoneku yang dari tadi sepi bagaikan
kuburan. Rasanya, aku pernah mengalami kejadian itu. Yap... Didalam MIMPI.
“Aaah, lagi lagi Deja Vu” Gumamku dalam
hati “Kalau Deja Vu ada, hidup gak bakal asik dan menarik. Karna kita bisa
melihat kedepannya melalui mimpi” Gerutuku yang makin kesal. Aku masih mencerca
apa yang dibilang Nunu kepadaku lewat SMS, “Eeeh ka Abdul? Aqzha kayaknya besok
mau berangkat ke Makassar, aku liat di statusnya” begitulah isi SMSnya. Aku
menganggap, “Palingan Cuma pulang kampung”. Aku jadi cuek kepadanya, karna
waktu itu dia jadi cuek dan mengacuhkan aku. Itu membuatku berpikir, kalau dia
lagi marah atau lagi bete sama aku. Padahal aku rindu Aqzha yang lalu.
Aku merasa lembaran demi lembaran kenanganpun
terbuka dan membuatku harus mengingat masa-masa yang indah yang kini tak bisa
lagi untuk didapat. Mengingat kenangan indah yang hanya akan menumbuhkan rasa
sakit didada. Awan dikala itu seakan mau menangis, kilat dan guntur bagaikan
menghibur awan supaya tidak lagi menangis.
...*Flashback*
Aku kenal sama dia, waktu itu cuma dengar cerita dari Irni, waktu itu.... “Iih,
loe sama kayak Aqzha. JKT48 mulu, JKT48 mulu. Gue mau internetan, dianya malah
nyuruh gue buka yang tentang JKT48 -_-.” Aku mulai penasaran, yang mana yang
namanya Aqzha. Akhirnya aku meminta nomornya sama Kia, adik kelas aku. Aku
mulai ngeSMS dia, dan kita mulai terbual percakapan hangat. Dan Oshi*nya adalah
Nabilah dan Naomi. Dasar Mesum, pilihnya cuma liat muka doang -_-.
Aku
merasa si Aqzha itu tipikal orang yang Moody*. Yah gitu deh, kalian pasti tau
bagaimana orangnya kalau Moody. Dan akhirnya aku menjadi sedikit akrab di
kegiatan Pramuka. Aku ditunjuk pramuka?? :o Bukan kemauanku kok, itu juga
karena paksaan Kepsek. Yaudah aku terpaksa harus ikut, dari pada harus pindah.
Trus waktu kitanya udah mau Camping, dianya selalu menenangkanku. Dia bilang
camping itu enak, kita bisa merasakan mandiri. Dan yang masih aku ingat, dia
nanya gini “Gimana dul? Enak kan camping” akupun mengiyakan, karena memang
enak.
Kitapun
menjadi lebih akrab sewaktu lomba Marching, dia ditunjuk untuk pegang spanduk.
Dan dia bilang ke teman-temannya kalau dia pegang Snar, padahal sebenarnya
bukan. Akupun mencoba membenarkannya, dan Aqzha menatapku sinis. Dan setelah
teman-temannya pergi, dia marah marah sama aku. Aku jadi ngambek, aku nangis.
Yap... Air mataku jatuh, untung pas itu belum pakai make up. Kalau udah, pasti
udah luntur. Aku merasa bersalah, dan ternyata Aqzha maafin aku dan mencoba
membujukku untuk turun. Karna pasukan segera OTW ke Alun-Alun. Alhasil, aku gak
ngambek lagi. Aku dan diapun baikan.
Dan
beberapa minggu berikutnya, ternyata ada kegiatan Marching lagi. Aku kelupaan
bawa stick padahal udah dipesan dari kemarin untuk bawa stick -,- . Akupun
segera kerumahku untuk ngambil Stick dan Aqzha mau ikut, satu kali lihat-lihat
rumah aku. *Ternyata ada juga yah, yang gak tau rumah aku -_- padahal strategis
banget*. Di perjalanan, kita bercerita. Dia memberiku sebuah motivasi motivasi
gitu.
Ternyata
kitanya mau nginap di skolah, supaya cepat bangun kalau udah mau tampil.
Aqzhapun bilang kalau dia mau tidur disamping aku, trus dianya memonyongkan
bibirnya seperti mau mencium aku gitu. Aku langsung pasang Wajah Tsundere*ku,
dan membuat dia jadi takut. *Ketawa Jahat*. Aku senang waktu tau Aqzha udah
masuk marching, meskipun cuma pegang symbal. Yang penting nanti bisa lebih
dekat. Gak tau kenapa, mulai kejadian itu. Dia jadi sering memonyongkan
bibirnya seperti mau mencium aku gitu. Aku sih pertamanya nolak mentah. Tapi
ternyata, ciuman itu bisa berarti kasih sayang. Bisa saja kasih sayang sesama
sahabat. Makanya, setelah itu aku gak gugup kalau dia gitu. Tapi masih gak ada
niat buat ngebalas ciumannya. Udaah aah, udah OOT* nih.... *End Flashback*...
Oke, BOT*... Ternyata maksud dari status
Aqzha yang berangkat ke Makassar itu maksudnya dia pindah. Haa? Aku gak
percaya. Kenapa gak ada yang kasih tau gue sih. Aku sedih, aku belum sempat
ucapin apalah inilah sama dia. Manalagi sebelumnya itu kita itu macam saling
cuek gitu. Aku SMS dia, dan ternyata betul.
Dia pindah... Dia pindah... Dia pindah
pemirsa.... Air mataku berjatuhan.... Aku teringat dia... Aku sayang dia...
Sayang sebagai sahabat... Aku tak tahu bagaimana dengan dia pemirsaaaa... Ooh
Netes Again..
...*Flashback*
Hubunganku dengan Winy (Pacarku saat itu), sudah menjadi tanda tanya. Aku tak
tau bagaimana kabarnya, tapi betapa terkejutnya aku. Waktu tau, dia jadian ama
Aqzha. Kita kan belum ada kata putus. Aku jadi bingung, aku harus jengkel
siapa? Siapa yang harus ku salahkan. Aku gak bisa jengkel winy, karna aku
sayang dia tulussssssss banget. Dan aku udah terlanjur cinta. Tapi, aku juga
gak bisa nyalahin Aqzha dan jauhin dia, dia itu sahabat aku. Bahkan aku rasa,
dia pengganti Putra di kehidupanku. Aku jadi bimbang.
Aku
merasa, aku sendiri yang salah. Membiarkan winy, longgar dalam penjagaanku. Aku
harus merelakan orang2 yang kusayang itu untuk bahagia. Ohia, Aqzha dengan
WaTaDos*nya mendekat padaku. Katanya ada kabar gembira tentang JKT48, trus dia
juga mau bluetooth lagunya JKT48. Aku masih merasa bersalah, terhadap Aqzha.
Mungkin
Aqzha merasa, aku udah putus dengan winy. Padahal sebenarnya belum. Tapi yaudah
deh... Aku makin dekat dengan Aqzha. Dia biasa Nge-PING!!! Gue di BBM. Trus
kita mulai terbuai percakapan hangat. Aku mulai merasa nyaman dengannya. Aku
sangat suka saat dia tersenyum padaku. Senyumannya itu lebih lain dari
siapapun. Entah mengapa, mungkin itu perasaanku saja.
Waktu
itu aku ditunjuk ikut gerak jalan, dan ternyata ada Aqzha. Aku jadi semangat.
Tapi masih tak Pede sih, hehhe... waktu Latihan kedua bagiku, ketiga bagi
mereka (Satu kali gak ikut latihan XD) aku dan Aqzha datang berpaspasan. Aku
dan diapun jalan bareng masuk ke sekolah. Dia mencarikan aku tempat untuk
bersantai, entah apa aku yang salah fokus, aku lihat dia nunjuknya kamar mandi
“Serius?
Di kamar mandi? Emang mau ngapain di kamar mandi?” Tanyaku padanya “Disini
kaleee... bukan di kamar mandi. Kok kamu kepikiran sampai di kamar mandi sih?
Cepetan bluetooth-in aku fotonya Naomi yang cantik!” Seru Aqzha “Eeeh, iaia XD”
jawabku. Diapun mulai senyum, aku tau apa yang dipikirkannya. Laki-laki otaknya
memang ngeres, meskipun sesama laki-laki. Diapun mengajakku duduk “Ohia, celana
yang kupakai sama yang kupakai waktu nginap itu. Masih robek, belum dijahit”
Kataku membuka pembicaraan dengan nada agak manja. Diapun hanya tersenyum. Dan
aku suka itu.
Dan
waktu gerak jalanpun aku berhasil merebut perhatian... *aaah gak usah dibahas
penampilan itu*. Dan setelah selesai, Aqzha bilang gini “Abdul! Goyangan kamu
tadi bagus banget, kita dapat banyak mencuri tepuk tangan dari para penonton
karena kamu” Puji Aqzha dan aku hanya bisa tersenyum malu.”
Hmm... Memang sih dia itu sahabat yang agak
berkesan, kenapa yah? Susah ngelupain dia. Baru dia aja, aku udah terpuruk.
Bagaimana dengan Indah? Irni? Gynda? Atau yang lain? Hm... mungkin aku udah
hancur banget #AlayTingkatDewa
“Waktu
itu teman aku Irni, yaah bisa dibilang Sahabatlah. Dia kena bola, karna ulah
para biadab yang bermain bola dengan sangat kasar. Bola itu hampir kena atau
kena ya (?) udah lupa nih. Pokoknya semuanya langsung berkumpul disitu,
termasuk Aqzha “Dasar kepo” Gumamku dalam hati. Akupun cari sensasi “Yaa...
Siapa yang telah mencuri hatiku?” dengan nada agak manja lagi. Aqzha
mendengarnya trus bilang “Kamu ini. Orang lagi khawatir kamu malah cari
sensasi” Kayaknya Aqzha memang tau kalau aku lagi cari sensasi. Dan tanpa aku
sadari, Aqzha cium aku trus dia meluk aku. What the hell? Di depan umum. X_X
Dan
lagi lagi Marching... Waktu itu aku sangat seneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng banget
pake B G T. Aku dipindah di Lyra, Cuma sementara sih ._. tapi senang sih. Aku
nangis waktu mendengarnya *Alay*. Sorenya, kita latihan. Udah ada Aqzha ama
Dian. Mereka bercakap-cakap dan akupun bergabung. Dan waktu itu entah
bagaimana, aku langsung dibilang mirip BOBY (Nama yang bermain di GGS) oleh
Aqzha. Trus dia kasih kacamatanya ke aku. Trus dia bilang mirip banget ._. Damn
you...
Trus
mulai bahas JKT48, Dian hanya mendengar. Aku dan Aqzha saling memBacod. Aku
ngehina oshinya, dia ngehina oshiku. Dan dia membuatku iri, mentang-mentang
udah pernah ke theaternya JKT48. Dianpun tanya ke aku “Dul? Kamu udah pernah ke
Theaternya JKT48?” Dan itu aku rasa seperti menyindir.
Aku
benci Aqzha disitu -_- tapi dia lagi lagi tersenyum padaku. Oh my gosh... dan
itupun berlanjut di keesok eesokan harinya. Aku sangat JENGKEL JENGKEL &
JENGKEL dia. Masa’ dia nawarin aku Rosta, pas aku ambil. Aku check, ternyata
udah gak ada -_- udah habis. Aku ngambek, diapun beli lagi dan nawarin aku. Aku
tolak mentah2, tapi dia terus memaksaku. Akupun mengambilnya tapi Cuma satu -_-
kecewa.
Waktu
sampai di Alun-alun... ada om om yang mandang enteng aku main Lyra. Dia ngetes
aku, dan aku memainkan lagu Berondong tua , kesukaanku. Trus si om malah tanya,
Lagu apa ini?. kitanya jawab Berondong tua. Trus si om ketawa trus pergi -_-
Aqzhapun mengumpat si om itu. Haha... kurangajar *Jangan Ditiru*. Waktu itu dia
mau ngambil gula-gula. Aku juga mau. Tapi dianya malah bilang “Kalau aku
mencuri gula-gula itu -_-“ aku jadi makin sebel sama Aqzha.
Dan
waktu itu, keterakhir kalinya aku bicara sama Aqzha. Hari sabtu, dia mendengar
pembicaraanku kalau aku tak suka ikan. Diapun spontan bilang “Kamu gak suka
ikan yah? Sama dengan aku dong. Berarti kita jodoh” dan itu membuat bulu
kudukku berdiri. Aku jadi gugup setelah kata itu. Dan dia minjam Charge HP aku,
aku kasih. Mungkin itu hari keterakhir aku dekat dengan dia.”
Aku sangat suka dia saat tersenyum, apalagi
kalau dia pakai kacamatanya yang bergagang putihnya itu. Sempat sih, lalu dia
ngasih tau bagaimana cara ngasih sesuatu ke cewek dengan so sweet. Tapi udah
lupa -_- hahahahahah... pas itu aku masih pacaran ama Winy, trus dianya kan
ngajarin aku ngasih bunga, trus kelinci percobaannya Winy. Jadi pas dia ngasih
bunga sama Winy, ntah kenapa aku cemburu bangeeeet. Tapi aku berusaha untuk gak
envy, mungkin dianya Cuma bermain kan dia niatnya ngajarin gue.
“Beberapa
hari berikutnya, sikapnya padaku menjadi lain. Setiap pulang skolah, dia pasti
selalu minta ditraktir. Tapi hari itu aku sedang membeli Pentolan, dia juga. Dan
dia gak minta traktir sama aku. Dia malah minta traktir sama orang lain. Entah
kenapa aku gak suka, kayaknya cemburu :v Oh No!!! Tapi pas mau nyemprungin
pentolannya di saus kitanya tabrakan. Maksudnya paspasan, dan jika paspasan
gitu biasanya dia ngalah. Ini malah dianya ngedorong tanganku dan seakan gak
kenal aku.
Trus
waktu itu, aku nge-Chat sama dia di Fb. Tapi dianya gak balas. Setiap aku sms,
dia balas “Siapa ini?” pas aku balas “Aku dule” dia udah gak balas lagi. dia
juga udah jarang BBM aku lagi. Dan juga waktu itu kita beli ice cream, aku dan
indah ditraktir ama Fadly. Kitapun makan ice cream itu. Trus Aqzha datang,
biasanya aku yang duluan dipalak. Tapi aku malah dibiarin. Bahkan dia tak
menatapku. Dan yang lebih sakitnya waktu itu aku pergi ke sekolah mau lihat
adek kelas MOS, padahal tujuanku mau ketemu dengan Aqzha. Eeh, sampai disana
aku liat Aqzha. Pas Aqzha lewat didepanku, diapun cuek kepadaku. Dan membuat
aku semakin bingung, dan memilih untuk segera melupakan dia. Mungkin dia udah
gak mau sahabatan lagi sama aku. Yaudah, aku makin cuek. Dan pura-pura tak
kenal Aqzha *End Flashback*...
Yap...
Terkadang aku merasa, aku hanya HIBURAN baginya. Dia datang padaku, hanya saat
dia bosan aja. Kalau dia gak bosan, aku dicuekin, diacuhkan bahkan ngerasa
seperti gak kenal. Hahahahah... Aku baru sadar, aku yang menganggapnya sangat
special. Tapi dia gak, sakitnya tuh disini *Nunjuk Hati* tapi tak apalah.
Setidaknya pernah singgah dihati. Aqzha? Sayounara! Aku tau aku tak terlalu
berkesan dihadapanmu, tapi kamu sangat berkesan dihidupku. Aku menyanyangimu!
“Meski tak
bertemu...
Tak larut
dalam kesedihan, Aku kan menyanyi
Kau yang
tinggal disuatu tempatpun pasti
Akn
mengharapkan hal yang sama
Ya~ Sekarangpun...
Sambil
berkata “Maaf ya datang terlambat”
Mungkin akan
muncul dengan tiba-tiba
Dibangku
yang biasanya itu”
Lagu rider
terus terngiang ditelingaku, aku seakan terhipnotis di sore hari yang kelam
itu. Hujan yang tadinya deras banget, ternyata udah reda. Tanpa aku sadar, dan
ada yang mau kutanyakan padanya, yaa pada Aqzha. “Aqzha? Kamu lagi ngapain?
Dimana? Sama Siapa? Masih ingat aku?” udah gitu aja. Tiba-tiba ada yang
mengagetkanku, dan ternyata itu petir dan membuat cerita kali ini berakhir.
Ket :
·
Shounen
Ai : Semacam adegan sesama laki-laki yang seperti ciuman
·
Oshi :
Member yang didukung di JKT48
·
Moody
: Mudah berubah-ubah sifatnya
·
Tsundere
: Jutek jutek tapi sebenarnya perhatian
·
OOT :
Out Of Topic
·
BOT :
Back Of Topic
·
WaTaDos
: Wajah Tanpa Dosa
Oh ia, yg tulisannya di garis mring brarti
cerita yang cuma diflashback gitu.. Bye.. sampai jumpa di cerita selanjutnya MISS
GHOST WORLD VERSI 8U...
Ohia, kalau mau lihat Aqzha, dia tuh yang ada di foto di bawah ini, yang dibulat merah
