CHEK IT OUT...
DILEMA CINTA DI MARCHING MTS
Aku mengangkatkan kaki dan menuju ke
sekolah. Ini hari adalah testingnya siswa baru. Aku mau melihat siswa2 baru yg
cantik. Sebelumnya perkenalkan namaku Abdul. Aku siswa kelas 2 di MtsN Luwuk.
Aku orangnya pendiam, pemalu dan agak susah bergaul. Aku pergi ke kelas 7
unggulan. Seperti biasa aku siswa 7 c yang suka bergabung dngan anak unggulan.
Dan “Waaaaw,,, cantiknya. Itu sapa yah???” gumamku dalam hati. Ternyata itu
Retno purnama amalia. Panggilannya Enho. Dia adalah adik dari Mayoret kita
yaitu Nur Irni Nahri Sakinah. Panggilannya Irnhi. “Hy cewek,,,, bleh kenalan
gak???” sapaku sambil menjulurkan tangan kepada Enho. Dan aku terkejut dia
meresponku dengan bermuka masam tanda tak mau. Akupun tidak menyerah. Untuk
mengejarnya.
Pas dari datang latihan Aku senang
sekali Aku, Irnhi dan Enho berbawaan terus. Aku jadi bangga. Kakaku Ratry
meledek aku “Hmmp... Syifa ngedeketin 2 mayoret. Supaya sebentar dia juga
dijadiin mayoret :D . tapi bangga pas itu kan aku sedang pinjam Hp Enho. Buat
buka Youtube mau lihat Video JKT48. Tapi gak bisa. Tapi senanglah waktu itu
bisa duduk dengan dia.
Sekarang aku tau sebabnya kenapa
Sahabatku PUTRA ke kelas Unggulan terus. Alasan mau main tapi aku tau dia itu
suka sama enho. Tapi aku yang lebih duluan ngelihat enho. Mereka ngelihat Enho
pas di marching aja.
Ada gerak jalan punya umum. Aku sebenarnya mau lihat dengan Fira ama Dian.
Tapi karena ketemu Pipin dengan Nuni. Kakak kelas yang cantik pintar dan akrab
denganku yang cewek. Aku ikut mereka. Aku bilang untuk mengawali guru MTs
sampai finish. Merekapun menyetujui. Dan ketemu lagi dengan putra. Iiiih,,,
kitapun mengawali mereka. Dan pas guru2 mts lewat. Ternyata ada Fitrah,
Syukran, Nanda, Ain, Fary, Dan Aziz. Merekapun jalan berboncengan naik motor.
Fitrah dengan Nanda. Syukran bonceng Ibu Sri... iiiih ibu sri curang gak ikut
gerak jalan :P . Ain berboncengan dengan cowoknyalah Yaitu Fary. Azizpun
membonceng Pipin. Tapi apa??? Pas kita melewati enho. Putrapun jadi semangat.
Aku minta nomornya Putra supaya bisa curhat gitu. Akhirnya kita mengawal mts
sampai finish. Dan ternyata sendalku dan punya putra jenis dan modelnya sama
Cuma warnanya yang beda.
Malamnya, Enho nge STATUS lewat Hp.
“Katanya kamu suka sama aku, tapi apa??? Aku melihat kamu jalan dengan orang
lain. Itu yang membuatku kecewa”. Aku balas
“sapa??? Saya???” diapun membalas “Bukan....” aku jawab lagi. “Sapa...
ka putra” “Bukan...” dia jawab lagi. Akupun membalaslagi “Ooooh,,, Aziz.” Dan
enho jawab “Kasihtau gak yah??” . Aku jadi kecewa ada yang lebih duluan dari
aku. Aku mulai SMS Putra. Kitapun saling smsan. Diapun saling curhat. Aku
sekarang pacaran dengan Fatma smp 2. Buat ngelupain Enho. Kitapun saling
curhat. Putra curhat tentang Enho. Sedangkan Aku curhat tentang Fatma
Selama aku curhatan dengan dia.
Tidak ada yang aneh. Kita saling curhat. Kita saling tebuka. Aku tidak pernah
bilang kalau aku suka sama enho. Karena aku ingin melupakan dia... lupakanlah
dia... meskipun sulit. Nah,,, akupun sebenarnya malas pacaran. RINEI KINSHI
JOURE (Aturan anti cinta). Aku gak suka bercinta/pacaran. Karena aku rasa
diriku masih kekanak-kanakan. Anak-anak jangan dulu pacaran. Aku juga pacaran
dengan fatma sebenarnya udah mau minta putus. Tapi, aku lagi malas aja. Nanti
tunggu dia minta putus aja. :D
Akupun melangkahkan kaki menuju
kesekolah. Aku sudah punya perasaan lain. Bahwa nanti akan terjadi sesuatu. Pas
udah sampai di sekolah...... “Apppppaaaaaa....” teriak aku. “Aziz suka betulan
sama Enho. Dan dia nembak Enho.” Itu baru rencana. Akupun shock. Kenapa??? Dia
seduluan itu, masa’ aku kalah sama dia. Yah jelaslah diakan udah dewasa. Lebih
baik kan sama aku. Supaya aku sama enho seumuran. Tapi aku benar-benar gak
percaya. Berarty jawaban dari status enho semalam itu. AZIZ, aziz siih orangnya
pintar, ganteng, putih,tinggi. Pasti dia diterima. Tapi semoga tidak.
Malamnya, Putra curhat lagi sama
aku. Putra sangat kecewa waktu tahu ternyata Aziz juga suka sama Enho. Akupun
tak menyangka. Tapi biarlah cobalah lupakan Enho. Aku kan masih punya Fatma.
Diapun selalu curhat tentang Enho. Dia bilang dia yang pertama kali ngelihat
enho. Apa??? Gak salah tuh. Aku yang pertama kali lihat Enho waktu testing.
Tapi biarlah anggap saja aku gak terbalut.
Esoknya,,,,, :’(
:’( :’( . Sedih banget. Aku putus sama Fatma. Tapi
aku harus diam tentang ini. Biarlah tak ada yang tau. Tidak ada juga yang mau
cari tau kejadian yang terjadi sama orang yang tertutup seperti aku. Biarlah
aku harus menyembunyikan kesedihanku dengan tersenyum. Meskipun ini hal yang
kunantikan. Tapi tetap ini air mata yang tulus dari hati. Mengalir tak dapat
membendung nasib sial yang kualami kali ini... tapi aku harus menjalaninya...
Malamnya,,,, aku curhat sama putra.
Bahwa aku sudah putus dengan Fatma. Dan putrapun ikut sedih dan menghiburku.
Akupun menjadi sedikit tenang. Tapi apakah aku harus beritahu perasaan yang
sebenarnya sama putra. Kayaknya belum waktunya. Tunggulah sampai deritaku ini
berakhir. Aku tak ingin waktu aku mendapat derita. Tambah terpuruk dengan
derita yang lain. Ayolah kapan derita ini berakhir L L L. Yang satu belum
selesai,, datang lagi kesialan yang lain. Tapi gak papalah,,, aku sudah
terbiasa bersikap tegar menjalani ini semua...
Aku hanya bisa tersenyum dalam
kesedihan. Karena aku tak maumembuat repot semuanya. Membuat mereka cemas. Aku
tak ingin membuat keluarga, teman dan orang disekitarku jadi khawatir. Jadi
terpaksa kumelakukan kebohongan kecil. Karena aku orangnya gak suka merepotkan.
Aku harus tetap menyembunyikan
perasaan ini. Aku harus bisa menjaga perasaan sahabatku. Tapi mungkin lama
kelamaan aku tak tahan. Dan semuanya akan tambah kacau... waaah kalau itu
terjadi aku minta maaf yah.
Akupun jadi tak tahu dengan rasa
ini. Sangat sakit yang kurasakan. Aku tak dapat lagi memendam perasaan ini.
Jika kupendam akan tumbuh bunga mawar yang durinya akan menancap di hatiku. Ini kurasakan yang kedua kalinya.
Yang pertama kalinya pernah kurasakan sama JIRAN anak guru biologiku yang 1.
Dan akupun terpaksa menceritakannya sama putra. Karena aku tak mau hatiku
terbelenggu dengan rantai berduri ini. Akupun menceritakannya sama putra. Tapi
putra malah bilang apa ke aku. “Kamu ini,,, Laki2 sejati atau bukan sih. Waktu
tadi lalu gue tanya. Loe suka gak sama Enho. Kamu bilang gak. Karena kamu udah
punya pacar. Tapi apa??? Pas kamu putus dengan pacar kamu yang di smp 2. Kamu
malah mengambil incaran orang.” Itu balasnya.
Aku jadi sakit hati. Sekarang hatiku semakin terbelenggu. Aku makin tak
kuat menghadapi perasaan ini. Tapi aku juga tak bisa mengambil incaran orang.
Sekarang waktuku untuk membicarakan perasaan ini ke teman-teman sekitarku.
Sampai sudah banyak yang tau.... tapi biarlah ,,, aku juga sebenarnya gak suka
mengambil inceran orang...
Tapi aku juga gak tahan dengan perlakuan PUTRA kepadaku. Kayaknya dia masih
sakit hati. “Loe aja yang dapat peran begitu aja sakit hati... apalagi aku yang
mendapatkan peran tersusah dengan nasib tersial.. udah gimana hatiku ini put.”
Gumamku dalam hati. Kembali aku menitikkan air mataku lagi. Akupun mulai galau
Apalagi cobaan yang aku dapat ya Allah.... aku yakin aku akan sanggup
menghadapinya.. aku Cuma ingin imamku ditambahkan,,, hatiku ditabahkan.. karena
aku tau orang yang dapat bersabar menghadapi cobaan... akan mendapatkan
keberuntungan... aku akan selalu bersabar menghadpi cobaan.
Aku rasa aku harus mengalah. Dan aku
harus mebiarkan Enho kepada orang yang lebih cocok dan lebih bagus dari aku.
Biarkanlah aku tak mendapatkan Enho asalkan dia bahagia dengan orang lain.
Akupun curhat sama Kak pipin. Katanya aku harus mengalah dan membiarkan Enho
dengan orang lain. Cinta itu adalah cara untuk membahagiakan orang yang kita
sayang. Bukan cara untuk memiliki orang yang kita sayang. Karena aku belum
puas. Akupun curhat ke dila.
Dilapun berkata kalau dunia telah
membuatmu menuruti hawa nafsumu. Semua orang yang kutanya selalu menjawab
sahabat. Jadi aku harus memilih sahabat. Menurutku sahabat adalah segala
galanya. Tapi aku juga gak bisa melepaskan dya. Tapi aku harus melepaskan dya
demi sahabatku sendiri.
Aku akan memilih sahabat.
Persahabatan itu lebih berharga. Sahabat lebih berguna. Sahabat sangat senang
jika melihat kita senang. Dan cinta kalau sudah sakit hati. Gak mungkin senang
melihat kita senang.
Akupun menyerah dan aku bilang ke
putra “Putra aku menyerah,,, sekarang aku merelakan Enho untukmu. Aku akan
memperjuangkan kamu untuk dapat mendapatkan cinta Enho. Tapi aku juga gak tau
kalau aziz lebih duluan dari kamu.”putrapun menyetujui.
Karena ku tahu sahabat
lebih baik daripada cinta
:’(
:’( :’( Putra.... Enho.... Aku harus bisa
menyatukan mereka berdua. Jangan sampai keduluan oleh aziz.. tapi bagaimana
sedangkan aku juga sedang terluka. Terluka + terluka = Mampus. Hatiku ini masih ingin hidup dan merasakan
kasih sayang yang tulus dari kekasih.
Tapi apakah ada orang yang mau denganku. Pikirku lalu. Tapi ingatlah
semua orang diciptakan berpasang
pasangan. Jadi pasti aku bisa mendapatkan kekasih. Dan mungkin kali ini bukan
nasibku. Aku akan berusaha. Dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan.
Sudah berbagai cara kulakukan untuk
memperjuangkan. Aku tak bisa,,, aku sungguh tak bisa,,,, aku sungguh tak bisa.
Aku akan mencobanya lagi. Mencoba dan terus mencoba.
Aku sudah bisa melupakan Enho. Meskipun masih kuingat. Tapi maksudnya aku
sudah bisa melepaskan Enho dihatiku. Aku bisa menghilangkannya dengan
menjauhinya.
Setelah berapa lama...
Air mataku tetap mengalir deras tak
mampu menahan kesedihan dan kebahagiaan. Apa ini ada kebahagiaan dan kesedihan.
Kebahagiaan yang kurasa adalah Aziz telah menembak Enho. Berarti Enho sudah
punya pendamping. Tapi belum dijawab sih
Nah kesedihannya adalah aku tak bisa
memperjuangkan putra dengan Enho. Bagaimana aku bisa. Nomornya aja udah gak
aktif. Lagipula aku sekali gak bisa tetap gak bisa.
Akhirnya aku sudah gak suka lagi
sama Enho. Hmmp akhirnya aku mencium udara bebas. Akupun mulai merasakan
kebebasan tanpa ada lagi ikatan dari DILEMA CINTA DI MARCHING MTS itu. Putra
aku minta maaf yah, gak bisa bantu. Abis kamu udah ngejauhin aku sih. Enho maaf
yah telah mencintaimu. Jangan salahkan aku yah,,, salahkan hati ini yang telah
salah mencintaimu. Aziz kejar terus cintamu mungkin dia bukan jodohmu.
Putra udah benci sama aku juga.
Kenapa nasibku harus begini,,, Sial
terus. Aku memang hidup didunia ini untuk air mata. Aku memang tak
pantas untuk dicintai. Biarlah sekarang jalan keluar dari masalah ini adalah
JUST FRIENDS. Aku rasa aku dan Enho cukup dalam sebatas teman. SEBATAS TEMAN
yang tak lebih. Tapi bagaimana dengan putra. Biarlah,,,, mungkin dia rasa
menjauhiku adalah jalan terbaik.
Dan Gosip antara Aziz yang katanya
pacaran dengan Enho sudah mulai reda. Jadi Enhopun senang pastinya. Sekian
banyak gosip yang beredar tentang itu tapi semuanya hilang. Dan sekarang mulai
menjalani kehidupan baru. RENAI KINSHI JOURE (Aturan anti cinta). Cinta itu
rumit jadi buat apa bercinta. Yang ada sakit hati aja. Kalau nge-Jomblokan gak
ada yang dipikiran. Bebassss,,, hmmp. Tapi Aziz juga kayaknya sudah tidak
mencintai Enho lagi. Putra juga kayaknya begitu. Dan Enhopun udah memiliki
pencuri hati yang baru.
Sebuah bangunan KEDILEMAAN yang terbangun kokoh sekarang telah Hancur
berkeping-keping. Keadaan semuanya sudah kembali semua. Dan menjalani kehidupan
baru WITH SOMEONE... sedangkan aku. Cukup dengan jomblo. Tapi jangan jomblo
selamanya. Cinta bisa datang,,,, bisa pergi,,,, bisa datang bersamaan,,,, bisa
pergi bersamaan,,,, tapi yang namanya cinta tak ada yang mati. Perasaanku ini
bukanlah berarti perasaan yang mati. Tapi hanyalah menahan dan mengubur
perasaan.
####


Tidak ada komentar:
Posting Komentar