Musim panas
terkadang mengajarkan kita. Mengajarkan kita untuk tegar dan sedikit bersikap
dewasa. Membuat kita tau, bagaimana sebenarnya kepahitan hidup ini. Karena
tidak ada yang selama hidupnya dipenuhi dengan kebahagian. Pasti banyak cobaan
yang menghadang. Dan setelah musim panas berlalu, kita pasti akan mendapatkan
pelajaran.
Summer Already Gone With You
Part 1
“Kumohon jangan ingatkan aku lagi tentang
kenangan itu…”
Secercah cahaya merambas masuk ke jendela,
seakan ingin membangunkan seorang gadis yang sedang tertidur. Tapi ternyata,
itu hanya sia-sia. Gadis itu tetap tertidur dengan pulasnya, seakan tak ingin
dibangunkan. Senyum indah terukir di bibir gadis itu, bertanda bahwa dia sedang
bermimpi baik. Senyuman yang membuat orang untuk mengurungkan niatnya untuk
membangunkan gadis itu, tapi tidak untuk seorang anak lelaki berlesung pipi dan
berkacamata itu.
“Hei! Tata! Sampai kapan kau harus
tertidur? Kau tak ingin menghabiskan musim panasmu diluar bersama teman-teman?”
Seru anak lelaki berlesung pipi dan berkacamata itu “Ayolah Tata! Bangun!” Seru
anak lelaki itu lagi sambil menggoyang-goyangkan tubuh si gadis itu yang
ternyata bernama Tata. “Iyaiya… aku sudah bangun! Aku mau cuci muka dulu!” ujar
Tata yang masih mengantuk dengan perasaan kesal karena dibangunkan dari
tidurnya.
“Hey! Adyth!” Seru tata memanggil anak
lelaki yang berkacamata itu “Ya Tata? Kenapa?” Tanya anak lelaki itu yang
ternyata bernama Adyth “Teman-teman lain pada kemana?” Tanya Tata “Di rumah
pantai, aku mau kesana. Jadinya aku ajak kamu. Ayuuk! Siapa yang duluan sampai,
dia yang menang! Yang kalah harus traktir ice cream!” Jelas Adyth “Oke! Siapa
takut” jawab Tata dengan penuh semangat. Merekapun berlari menuju rumah pantai,
yang jaraknya ±10 Meter dari tempat mereka START tadi.
“Hore!!! Aku menang!” Seru Tata “Yaaah,
payah… kalah lagi” Ujar Adyth dengan perasaan kecewa “Kamu juga Dyth! Udah tau,
dari dulu gak bisa lawan aku. Masih juga mau lawan aku! Heheheh… yaudah deh.
Aku aja yang traktir ice creamnya!” Tata yang sepertinya tau betul sifat Adyth,
akhirnya mengalah dan mentraktir ice cream temannya itu “Tuh! Udah puas? Yuk
kita masuk!” Seru Tata sambil memberikan ice cream yang dibelinya kepada Adyth.
Merekapun masuk kedalam rumah pantai.
“Hai semua! Maaf terlambat! Masih harus
membangunkan si Princes dari SLEEPING BEAUTYnya” Sapa Adyth ke teman temannya
dengan nada meledek Tata “Iiiih, apaan sih!” Tata terlihat kesal mendengarnya
“Yaudah! Yuk kita main!” ajak Cia, teman Tata yang periang dan selalu ceria
“Gimana kalau main petak umpet!” Saran Ferdi ke teman-temannya “Gak ah! Gak
asik!” Tolak Arif dengan tatapan matanya yang sangat meneror seperti biasanya
“Trus main apa?” Tanya Devi “Gimana kalau main sembunyi tepuk!” Saran Reni “Ide
bagus tuh!” Cia dan Devi menyetujui “Haiiaa… padahal kan inti permainannya sama
-_- Cuma ditambah tepukan aja, sebagai petunjuk” Ujar Arif “Tetap aja beda Fer!”
ujar Adyth “Yaudah! Yuk kita main sembunyi tepuk. Siapa yang penjadi duluan?”
Tanya Tata “Yaudah! Aku aja duluan” Ferdi menawarkan dirinya sebagai penjadi.
“Yaudah. Adyth! Devi bantu aku menanganinya!” Seru Tata “Oke!” Mereka berduapun
mengiyakan. Mereka lalu menutup mata Ferdi dengan kain, memutar badan Ferdi
sampai hitungan ke sepuluh, dan merekapun bersembunyi.
“Oke! Tepukan pertama!” Devipun menepuk
tangannya “Kayaknya aku tahu dimana ini!” Ferdipun segera mencari asal dari
bunyi tersebut. Diapun memasuki sebuah ruangan yang kosong yang dia rasa adalah
asal dari tepukan pertama tadi. Diapun merasakan ada orang, diapun meraba-raba
hidung orang itu “Wah! Ternyata mancung! Berarti, kalau bukan Arif, pasti Devi”
Gumam Ferdi dalam hati. Diapun memonyongkan bibirnya seperti mau mencium. Arif
yang tahu hal itu terpaksa harus pasrah. Kalau dia nanti protes, ntar ketahuan
suaranya. Plopp… bibir merekapun bersentuhan. “Hmm.. Bibirnya manis banget.
Ayo! Kamu pasti Devi” Ferdipun menebaknya dan membuka kainnya “Arif? Kok kamu?
Bukan Devi?” Ferdi terkaget kaget saat tahu bahwa itu Arif “Trus maksud loe
cium gue apa? Ha?” Tanya Arif nyolot “Gak! Aku Cuma mau tes aja! Kau Arif atau
Devi.” Jelas Ferdi “Awas loe ya! Kalau cium gue lagi! Devi ada diruangan
sebelah tau!” Arifpun semakin ganas dan menarik tangan Ferdi keluar, kemudian
menutupkan matanya dengan kain itu dan berputar. Sedangkan Arif langsung
bersembunyi lagi.
“Oke! Tepukan kedua!” Adythpun bertepuk
tangan. Tepuk tangannya nyaris tak terdengar, untung saja Ferdi memiliki
pendengaran yang agak tajam jadi dia bisa mendengarnya. Ferdi menuju asal suara
itu dan seperti biasa! Dia selalu salah dalam permainan sembunyi tepuk. “Sudah
ah! Gue menyerah!!!” Teriak Ferdi “Payah lu Fer! Padahal tadi lu yang nawarin
diri!” Ujar Cia. Merekapun mendekati Ferdi dan melepaskan penutup mata yang
masih melekat dimata Ferdi “Oke! Semua!! Ada yang mau gue bilangin nih!” Ujar
Adyth “APA??” Tanya mereka kompak “Tapi jangan disini… disana aja sambil
duduk-duduk!” Tambah Adyth.
“Yaa… apa yang mau lo bilang ke kita?”
Tanya Reni “Hmm.. Gue mau pindah ke luar kota!” Ujar Adyth singkat “Oh ya?
Kemana?” Tanya Ferdi “Kenapa bisa?” Tanya Reni “Ke bali. Soalnya Bonyok (Bokap
Nyokap) gue harus pindah tugas!” Jawab Adyth dan Tata hanya terdiam “Kapan lo
pindah?” Tanya Arif “Besok!” Jawab Adyth singkat “APA?? BESOK?” Tanya mereka
kompak kecuali Tata “Iya! Besok…!” jawab mereka singkat “Kok mendadak banget
sih?” Tanya Devi “Trus gimana nih Dyth?” Tanya Cia “Kita gak bisa bermain ber7
lagi deh!” Ujar Ferdi “Gak asik gak ada kamu Dyth!” Ujar Cia “Jadi… lo udah mau
ninggalin kita semua?” Tanya Arif. Tatapun berdiri menatap Adyth sejenak. Semua
yang ada disitu memandang kearah Tata. Tatapun pergi dari rumah pantai itu
sambil menangis “Biar gue yang tanganin!” Ujar Adyth sambil mengejar Tata.
“Ta!!! Tata? Tata? Dengarin aku dulu!”
Teriak Adyth menghentikan langkah Tata tapi dia tak berhenti “Apa yang mau lo
bilang? Lo mau bilang apa? Lo mau bilang kalau lo mau pindah besok!? Cukup deh!
Gue udah gak mampu lagi!” Ujar Tata “Aku juga gak tau kalau ini bakal terjadi!”
Jawab Adyth “Trus apa? Lo mau ninggalin gue? Lo mau LDRan ama gue? Gue gak bisa
LDR Dyth!” Tambah Tata “Aku sih terserah sama kamu. Kalau kamu bisa atau
tidak.” Jelas Adyth singkat “Bisa atau tidak? Aku jelas-jelas gak bisa! Berarti
lo mau akhiri hubungan kita?” Tanya Tata “Aku udah bilang terserah kamu” Kata
itu lagi yang terucap dari mulut Adyth “Kamu udah gak sayang aku kan?” Tanya
Tata sambil terisak “Aku sayang kamu Ta! Tapi aku harus pindah. Dan kamu gak
bisa LDR. Jadi… jadi… jadi kita sampai disini aja!” Jelas Adyth. Tatapun
langsung berlari dari tempat itu meninggalkan Adyth sendirian.
*Flashback on*… Setelah semua orang pulang dari sekolah. Tatapun berjalan menuju
koridor kelas 11 yang kebetulan ada di lantai 2. Dia tidak tau kenapa Adyth
mengajaknya ketempat ini. “Adyth dimana sih? Ngapain dia ngajak gue ke sini!”
Gumam Tata dala hati. Kemudian dia merasakan seperti ada yang menutup matanya
dari belakang “Coba tebak!!!” ujar orang yang menutup mata Tata tersebut “Hmm..
Adyyth?” Tanyanya ragu “Yap!!! Betul!” jawab orang tersebut yang ternyata
adalah Adyth.
“Lo
ngapain ngajak gue kesini?” Tanya Tata bingung “Ada yang mau gue bilang ke lo!”
Jawab Adyth “Bilang apaan?” Tanya Tata “Gue suka sama Lo! Lo mau gak jadi pacar
aku?” Ujar Adyth “Apa?” tanya Tata kaget “’Gue suka sama lo! Lo mau gak jadi
pacar aku’ Sudah! Bagian mana yang kamu tak tahu?” Tanya Adyth “Bagian
ngejawabnya yang aku bingung.” Jawab Tata “Jawab Ya atau Tidak aja!” Ujar Adyth
“Yaudah.. aku jawab ya!” Tatapun menebarkan senyuman.
“Iya…
jawab aja!” Ujar Adyth “Hm… Gue mau jadi pacar kamu. Tapi… kita pacaran
diam-diam aja ya.” Jelas Tata “Pacaran diam-diam? Jadi kita BACKSTREET?” Tanya
Adyth “Iya. Itu aja yang aku minta ke kamu. Aku gak mau aja kalau persahabatan
kita ber7 bakal hancur. Hanya karena ada yang setuju kami pacaran dan ada yang
tidak.” Jelas Tata lagi “Yaudah deh. Gak papa.” Jawab Adyth… *Flashback off*
Tatapun pergi meninggalkan Adyth. Entah
kemana dia harus pergi. Dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya. Diapun pergi
ke minimarket untuk membeli ice cream kesukaannya. Dan tanpa tersadar dia
melihat ice cream yang seingatnya dia, pernah dia makan bersama Adyth. Dan itu
membuat kenangan yang sudah terlupa kembali terbuka lagi. Dan akan
menyulitkannya untuk melupakan Adyth.
Diapun merogoh handphone yang ada di kantong
celananya. Ada beberapa sms yang belum dibaca. “Kamu kenapa pergi?” SMS dari
Devi “Ta? Balik dulu ke rumah pantai! Kita udah nungguin nih!” SMS dari Cia
“Tata? Adyth dari tadi nyariin lo! Lo kemana sih?” Tanya Reni “Lo tadi kenapa?”
Tanya Ferdi dan ada SMS dari nomor yang gak dikenal oleh Tata “Gue tau yang
sebenarnya!”.
Tatapun lebih memilih membalas SMS dari
nomor yang gak dikenal itu “Maaf! Ini siapa ya?” Tanyanya “Lo gak perlu tau!
Yang penting gue tau yang sebenarnya! Antara lo dan Adyth!” begitulah balasan
darinya dan Tata tidak membalas SMS itu lagi “Kenapa kalian sembunyiin sih?
Kalau kalian pacaran!?” Orang itu mengirim SMS ke Tata lagi. Namun Tata tidak
menghiraukannya “GUE SEBENARNYA SUKA SAMA LO! #CAPSLOCKJEBOL.” SMS masuk lagi
dari nomor yang sama dan membuat Tata tercengang “Siapa sih orang ini?” Gumam
Tata dalam hati.
Tatapun mulai melupakan hal itu. Diapun
memilih menghabiskan waktunya di kamarnya sendiri tanpa keluar sedikitpun. “Ta?
Buka pintunya Ta!!! *Mengetuk pintu* Ini aku! Cia!” Ujar Cia sambil mengetuk
pintu kamar Tata “Ta! Bukain dulu Ta!!!” Ujarnya lagi. Kemudian Tata membukakan
pintu kamarnya dan mempersilahkan Cia masuk “Kamu kenapa menangis Ta?” Tanya
Cia “Aku mau beritau ke kamu. Tapi kamu janji ya! Jangan kasih tau orang lain!
PROMISE?” Ujar Tata meyakinkan Cia untuk tidak memberitau siapa-siapa
“PROMISE!!!” Jawab Cia singkat “Oke… sebenarnya… aku pacaran ama Adyth.” Jelas
Tata singkat, padat dan jelas “APA???” Cia kaget setengah mati “Iya. Aku
pacaran ama dia udah 1 tahun lebih.” Jawab Tata “Trus? Kok kalian sembunyiin
hubungan kalian dari kita semua sih?” Tanya Cia “Aku takut persahabatan kita
hancur hanya karena ada yang setuju ama hubungan kita dan ada yang gak setuju
dengan hubungan kita!” Jawab Tata “Jadi gimana?” Tanya Cia lagi “Aku gak tau
nih! Aku gak bisa LDR!” Jawab Tata singkat “Kalau itu aku gak bisa bantu
apa-apa. Semua itu harus kau serahkan ke hatimu sendiriTa!” Ujar Cia “Kamu mau
ikut kita besok?” Tanya Cia “Kemana?” Tanya Tata “Ke Bandara. Ngantarin Adyth
ama Bonyok nya ke bali.” Jawab Cia “Entar aku pikirin….” Ujar Tata.
“GUE SUKA SAMA LO TA! LO KENAPA GAK PERNAH
SADAR?” SMS dari nomor yang gak dikenal, masuk lagi “DAN AKU SENANG! SETELAH
ADYTH PERGI… AKU PASTI BISA MENDAPATKANMU. HAHAAHAHH…” SMS dari nomor itu masuk
lagi dan tidak dihiraukan oleh Tata.
***
“Adyth!!! Kamu udah ngemasin barang-barang
kamu?” Ujar Mamanya Adyth “Adyth… buka pintunya dulu. Mama mau bicara! *Sambil
mengetuk pintu* Adyth!” Ujar Mamanya Adyth lagi sambil mengetuk-ngetuk pintu
“ADYYYYYYYTHHHHH!!!” Teriak mamanya sambil mendobrak pintu kamar anaknya
“Adyth! Kamu kenapa sih? Melamun terus dari tadi!” Tanya Mamanya lagi dan tidak
dihiraukan oleh Adyth “Adyth!!!!” “Iya ma? Kenapa?” Tanya Adyth “Kamu dari tadi
kenap sih? Kok melamun terus!” Tanya Mamanya “Gini Ma… apa gak ada pilihan lain
untuk tetap tinggal disini?” Tanya Adyth “Gak ada pilihan lain Dyth. Kita udah
harus pindah ke bali!” Jawab Mamanya.
“Emangnya kenapa kamu tanya begitu? Kamu
gak mau ninggalin 6 sahabat kamu?” Tanya Mamanya “Atau ada yang kamu taksir dan
kamu gak tega ninggalin dia?” Tanya Mamanya lagi “Siapa namanya?” Tanya Mamanya
lagi “Siapa? Yang mana? Cia? Reni? Devi? Tata?” Tanya mamanya lagi “Jawab
ADYYTH!!!” Bentak mamanya “Iya ma. Ada yang aku taksir dari mereka ber4. Bahkan
sudah pacaran.” Jawab Adyth “Siapa? kok gak kasih tau mama?” Tanya Mamanya
“TATA Ma!” Jawab Adyth singkat “Tata? Yang selalu kamu traktirin ice cream
itu?” Tanya Mamanya lagi “Iya ma! Udah ah Ma! Aku mau ngemasin barang-barang!”
Jawab Adyth.
***
Keesokan harinya… “Ta? Lo jadi gak?
ngantarin Adyth ke bandara?” Tanya Cia ke Tata “Hmm… sebenarnya pengen sih!
Tapi lebih baik gak usah deh!” Jawab Tata “Kenapa Ta?” Tanya Cia lagi “Soalnya
akan lebih baik jika tidak melihat dia disaat-saat kita akan berpisah.” Jawab
Tata “Trus? Hubungan kalian?” Tanya Cia lagi “Kayaknya aku dan dia cukup sampai
sini aja. Aku kan gak bisa LDR.” Ujar Tata “Oh gitu. yaudah, ntar aku kasih tau
ke Adyth ya.” Ujar Cia. Kemudian HP Tata bergetar… “Kita lihat, apakah orang
ini bisa melepas kepergian orang yang disayanginya atau tidak! Lebih baik ama
aku aja! Aku lebih baik darinya!” Begitulah SMS yang masuk dari nomor yang
meneror Tata dari kemarin. “Cia? Akhir2 ini, ada yang neror aku. Katanya dia
suka sama aku. Dan dia senang kalau Adyth udah mau pindah.” Ujar Tata “Ohya,
siapa? Boleh liat nomornya gak?” Pinta Cia. Tatapun memperliatkan nomor HP
orang yang menerornya itu “APAAAA????” Ciapun kaget setengah mati melihat nomor
itu “Itu kan nomornya si……” Ujar Cia sambil membisikkan nama pemilik nomor itu
ke Tata. “APA? Jadi dia ya?” tanya Tata “Kok bisa jadi gini?” Tanya Tata lagi
“Ohia, udah jam setengah 8 nih! Aku cabut dulu ya! Mau ngantarin Adyth nih!”
Ujar Cia pamit “Yaudah! Hati hati ya… dijalan!” Ujar Tata.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar