Selasa, 21 April 2015

Summer Already Gone With You Part 1~



Musim panas terkadang mengajarkan kita. Mengajarkan kita untuk tegar dan sedikit bersikap dewasa. Membuat kita tau, bagaimana sebenarnya kepahitan hidup ini. Karena tidak ada yang selama hidupnya dipenuhi dengan kebahagian. Pasti banyak cobaan yang menghadang. Dan setelah musim panas berlalu, kita pasti akan mendapatkan pelajaran.

Summer Already Gone With You
Part 1
“Kumohon jangan ingatkan aku lagi tentang kenangan itu…”

Secercah cahaya merambas masuk ke jendela, seakan ingin membangunkan seorang gadis yang sedang tertidur. Tapi ternyata, itu hanya sia-sia. Gadis itu tetap tertidur dengan pulasnya, seakan tak ingin dibangunkan. Senyum indah terukir di bibir gadis itu, bertanda bahwa dia sedang bermimpi baik. Senyuman yang membuat orang untuk mengurungkan niatnya untuk membangunkan gadis itu, tapi tidak untuk seorang anak lelaki berlesung pipi dan berkacamata itu.
“Hei! Tata! Sampai kapan kau harus tertidur? Kau tak ingin menghabiskan musim panasmu diluar bersama teman-teman?” Seru anak lelaki berlesung pipi dan berkacamata itu “Ayolah Tata! Bangun!” Seru anak lelaki itu lagi sambil menggoyang-goyangkan tubuh si gadis itu yang ternyata bernama Tata. “Iyaiya… aku sudah bangun! Aku mau cuci muka dulu!” ujar Tata yang masih mengantuk dengan perasaan kesal karena dibangunkan dari tidurnya.
“Hey! Adyth!” Seru tata memanggil anak lelaki yang berkacamata itu “Ya Tata? Kenapa?” Tanya anak lelaki itu yang ternyata bernama Adyth “Teman-teman lain pada kemana?” Tanya Tata “Di rumah pantai, aku mau kesana. Jadinya aku ajak kamu. Ayuuk! Siapa yang duluan sampai, dia yang menang! Yang kalah harus traktir ice cream!” Jelas Adyth “Oke! Siapa takut” jawab Tata dengan penuh semangat. Merekapun berlari menuju rumah pantai, yang jaraknya ±10 Meter dari tempat mereka START tadi.
“Hore!!! Aku menang!” Seru Tata “Yaaah, payah… kalah lagi” Ujar Adyth dengan perasaan kecewa “Kamu juga Dyth! Udah tau, dari dulu gak bisa lawan aku. Masih juga mau lawan aku! Heheheh… yaudah deh. Aku aja yang traktir ice creamnya!” Tata yang sepertinya tau betul sifat Adyth, akhirnya mengalah dan mentraktir ice cream temannya itu “Tuh! Udah puas? Yuk kita masuk!” Seru Tata sambil memberikan ice cream yang dibelinya kepada Adyth. Merekapun masuk kedalam rumah pantai.
“Hai semua! Maaf terlambat! Masih harus membangunkan si Princes dari SLEEPING BEAUTYnya” Sapa Adyth ke teman temannya dengan nada meledek Tata “Iiiih, apaan sih!” Tata terlihat kesal mendengarnya “Yaudah! Yuk kita main!” ajak Cia, teman Tata yang periang dan selalu ceria “Gimana kalau main petak umpet!” Saran Ferdi ke teman-temannya “Gak ah! Gak asik!” Tolak Arif dengan tatapan matanya yang sangat meneror seperti biasanya “Trus main apa?” Tanya Devi “Gimana kalau main sembunyi tepuk!” Saran Reni “Ide bagus tuh!” Cia dan Devi menyetujui “Haiiaa… padahal kan inti permainannya sama -_- Cuma ditambah tepukan aja, sebagai petunjuk” Ujar Arif “Tetap aja beda Fer!” ujar Adyth “Yaudah! Yuk kita main sembunyi tepuk. Siapa yang penjadi duluan?” Tanya Tata “Yaudah! Aku aja duluan” Ferdi menawarkan dirinya sebagai penjadi. “Yaudah. Adyth! Devi bantu aku menanganinya!” Seru Tata “Oke!” Mereka berduapun mengiyakan. Mereka lalu menutup mata Ferdi dengan kain, memutar badan Ferdi sampai hitungan ke sepuluh, dan merekapun bersembunyi.
“Oke! Tepukan pertama!” Devipun menepuk tangannya “Kayaknya aku tahu dimana ini!” Ferdipun segera mencari asal dari bunyi tersebut. Diapun memasuki sebuah ruangan yang kosong yang dia rasa adalah asal dari tepukan pertama tadi. Diapun merasakan ada orang, diapun meraba-raba hidung orang itu “Wah! Ternyata mancung! Berarti, kalau bukan Arif, pasti Devi” Gumam Ferdi dalam hati. Diapun memonyongkan bibirnya seperti mau mencium. Arif yang tahu hal itu terpaksa harus pasrah. Kalau dia nanti protes, ntar ketahuan suaranya. Plopp… bibir merekapun bersentuhan. “Hmm.. Bibirnya manis banget. Ayo! Kamu pasti Devi” Ferdipun menebaknya dan membuka kainnya “Arif? Kok kamu? Bukan Devi?” Ferdi terkaget kaget saat tahu bahwa itu Arif “Trus maksud loe cium gue apa? Ha?” Tanya Arif nyolot “Gak! Aku Cuma mau tes aja! Kau Arif atau Devi.” Jelas Ferdi “Awas loe ya! Kalau cium gue lagi! Devi ada diruangan sebelah tau!” Arifpun semakin ganas dan menarik tangan Ferdi keluar, kemudian menutupkan matanya dengan kain itu dan berputar. Sedangkan Arif langsung bersembunyi lagi.
“Oke! Tepukan kedua!” Adythpun bertepuk tangan. Tepuk tangannya nyaris tak terdengar, untung saja Ferdi memiliki pendengaran yang agak tajam jadi dia bisa mendengarnya. Ferdi menuju asal suara itu dan seperti biasa! Dia selalu salah dalam permainan sembunyi tepuk. “Sudah ah! Gue menyerah!!!” Teriak Ferdi “Payah lu Fer! Padahal tadi lu yang nawarin diri!” Ujar Cia. Merekapun mendekati Ferdi dan melepaskan penutup mata yang masih melekat dimata Ferdi “Oke! Semua!! Ada yang mau gue bilangin nih!” Ujar Adyth “APA??” Tanya mereka kompak “Tapi jangan disini… disana aja sambil duduk-duduk!” Tambah Adyth.
“Yaa… apa yang mau lo bilang ke kita?” Tanya Reni “Hmm.. Gue mau pindah ke luar kota!” Ujar Adyth singkat “Oh ya? Kemana?” Tanya Ferdi “Kenapa bisa?” Tanya Reni “Ke bali. Soalnya Bonyok (Bokap Nyokap) gue harus pindah tugas!” Jawab Adyth dan Tata hanya terdiam “Kapan lo pindah?” Tanya Arif “Besok!” Jawab Adyth singkat “APA?? BESOK?” Tanya mereka kompak kecuali Tata “Iya! Besok…!” jawab mereka singkat “Kok mendadak banget sih?” Tanya Devi “Trus gimana nih Dyth?” Tanya Cia “Kita gak bisa bermain ber7 lagi deh!” Ujar Ferdi “Gak asik gak ada kamu Dyth!” Ujar Cia “Jadi… lo udah mau ninggalin kita semua?” Tanya Arif. Tatapun berdiri menatap Adyth sejenak. Semua yang ada disitu memandang kearah Tata. Tatapun pergi dari rumah pantai itu sambil menangis “Biar gue yang tanganin!” Ujar Adyth sambil mengejar Tata.
“Ta!!! Tata? Tata? Dengarin aku dulu!” Teriak Adyth menghentikan langkah Tata tapi dia tak berhenti “Apa yang mau lo bilang? Lo mau bilang apa? Lo mau bilang kalau lo mau pindah besok!? Cukup deh! Gue udah gak mampu lagi!” Ujar Tata “Aku juga gak tau kalau ini bakal terjadi!” Jawab Adyth “Trus apa? Lo mau ninggalin gue? Lo mau LDRan ama gue? Gue gak bisa LDR Dyth!” Tambah Tata “Aku sih terserah sama kamu. Kalau kamu bisa atau tidak.” Jelas Adyth singkat “Bisa atau tidak? Aku jelas-jelas gak bisa! Berarti lo mau akhiri hubungan kita?” Tanya Tata “Aku udah bilang terserah kamu” Kata itu lagi yang terucap dari mulut Adyth “Kamu udah gak sayang aku kan?” Tanya Tata sambil terisak “Aku sayang kamu Ta! Tapi aku harus pindah. Dan kamu gak bisa LDR. Jadi… jadi… jadi kita sampai disini aja!” Jelas Adyth. Tatapun langsung berlari dari tempat itu meninggalkan Adyth sendirian.
*Flashback on*… Setelah semua orang pulang dari sekolah. Tatapun berjalan menuju koridor kelas 11 yang kebetulan ada di lantai 2. Dia tidak tau kenapa Adyth mengajaknya ketempat ini. “Adyth dimana sih? Ngapain dia ngajak gue ke sini!” Gumam Tata dala hati. Kemudian dia merasakan seperti ada yang menutup matanya dari belakang “Coba tebak!!!” ujar orang yang menutup mata Tata tersebut “Hmm.. Adyyth?” Tanyanya ragu “Yap!!! Betul!” jawab orang tersebut yang ternyata adalah Adyth.
“Lo ngapain ngajak gue kesini?” Tanya Tata bingung “Ada yang mau gue bilang ke lo!” Jawab Adyth “Bilang apaan?” Tanya Tata “Gue suka sama Lo! Lo mau gak jadi pacar aku?” Ujar Adyth “Apa?” tanya Tata kaget “’Gue suka sama lo! Lo mau gak jadi pacar aku’ Sudah! Bagian mana yang kamu tak tahu?” Tanya Adyth “Bagian ngejawabnya yang aku bingung.” Jawab Tata “Jawab Ya atau Tidak aja!” Ujar Adyth “Yaudah.. aku jawab ya!” Tatapun menebarkan senyuman.
“Iya… jawab aja!” Ujar Adyth “Hm… Gue mau jadi pacar kamu. Tapi… kita pacaran diam-diam aja ya.” Jelas Tata “Pacaran diam-diam? Jadi kita BACKSTREET?” Tanya Adyth “Iya. Itu aja yang aku minta ke kamu. Aku gak mau aja kalau persahabatan kita ber7 bakal hancur. Hanya karena ada yang setuju kami pacaran dan ada yang tidak.” Jelas Tata lagi “Yaudah deh. Gak papa.” Jawab Adyth… *Flashback off*
Tatapun pergi meninggalkan Adyth. Entah kemana dia harus pergi. Dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya. Diapun pergi ke minimarket untuk membeli ice cream kesukaannya. Dan tanpa tersadar dia melihat ice cream yang seingatnya dia, pernah dia makan bersama Adyth. Dan itu membuat kenangan yang sudah terlupa kembali terbuka lagi. Dan akan menyulitkannya untuk melupakan Adyth.
Diapun merogoh handphone yang ada di kantong celananya. Ada beberapa sms yang belum dibaca. “Kamu kenapa pergi?” SMS dari Devi “Ta? Balik dulu ke rumah pantai! Kita udah nungguin nih!” SMS dari Cia “Tata? Adyth dari tadi nyariin lo! Lo kemana sih?” Tanya Reni “Lo tadi kenapa?” Tanya Ferdi dan ada SMS dari nomor yang gak dikenal oleh Tata “Gue tau yang sebenarnya!”.
Tatapun lebih memilih membalas SMS dari nomor yang gak dikenal itu “Maaf! Ini siapa ya?” Tanyanya “Lo gak perlu tau! Yang penting gue tau yang sebenarnya! Antara lo dan Adyth!” begitulah balasan darinya dan Tata tidak membalas SMS itu lagi “Kenapa kalian sembunyiin sih? Kalau kalian pacaran!?” Orang itu mengirim SMS ke Tata lagi. Namun Tata tidak menghiraukannya “GUE SEBENARNYA SUKA SAMA LO! #CAPSLOCKJEBOL.” SMS masuk lagi dari nomor yang sama dan membuat Tata tercengang “Siapa sih orang ini?” Gumam Tata dalam hati.
Tatapun mulai melupakan hal itu. Diapun memilih menghabiskan waktunya di kamarnya sendiri tanpa keluar sedikitpun. “Ta? Buka pintunya Ta!!! *Mengetuk pintu* Ini aku! Cia!” Ujar Cia sambil mengetuk pintu kamar Tata “Ta! Bukain dulu Ta!!!” Ujarnya lagi. Kemudian Tata membukakan pintu kamarnya dan mempersilahkan Cia masuk “Kamu kenapa menangis Ta?” Tanya Cia “Aku mau beritau ke kamu. Tapi kamu janji ya! Jangan kasih tau orang lain! PROMISE?” Ujar Tata meyakinkan Cia untuk tidak memberitau siapa-siapa “PROMISE!!!” Jawab Cia singkat “Oke… sebenarnya… aku pacaran ama Adyth.” Jelas Tata singkat, padat dan jelas “APA???” Cia kaget setengah mati “Iya. Aku pacaran ama dia udah 1 tahun lebih.” Jawab Tata “Trus? Kok kalian sembunyiin hubungan kalian dari kita semua sih?” Tanya Cia “Aku takut persahabatan kita hancur hanya karena ada yang setuju ama hubungan kita dan ada yang gak setuju dengan hubungan kita!” Jawab Tata “Jadi gimana?” Tanya Cia lagi “Aku gak tau nih! Aku gak bisa LDR!” Jawab Tata singkat “Kalau itu aku gak bisa bantu apa-apa. Semua itu harus kau serahkan ke hatimu sendiriTa!” Ujar Cia “Kamu mau ikut kita besok?” Tanya Cia “Kemana?” Tanya Tata “Ke Bandara. Ngantarin Adyth ama Bonyok nya ke bali.” Jawab Cia “Entar aku pikirin….” Ujar Tata.
“GUE SUKA SAMA LO TA! LO KENAPA GAK PERNAH SADAR?” SMS dari nomor yang gak dikenal, masuk lagi “DAN AKU SENANG! SETELAH ADYTH PERGI… AKU PASTI BISA MENDAPATKANMU. HAHAAHAHH…” SMS dari nomor itu masuk lagi dan tidak dihiraukan oleh Tata.

***

“Adyth!!! Kamu udah ngemasin barang-barang kamu?” Ujar Mamanya Adyth “Adyth… buka pintunya dulu. Mama mau bicara! *Sambil mengetuk pintu* Adyth!” Ujar Mamanya Adyth lagi sambil mengetuk-ngetuk pintu “ADYYYYYYYTHHHHH!!!” Teriak mamanya sambil mendobrak pintu kamar anaknya “Adyth! Kamu kenapa sih? Melamun terus dari tadi!” Tanya Mamanya lagi dan tidak dihiraukan oleh Adyth “Adyth!!!!” “Iya ma? Kenapa?” Tanya Adyth “Kamu dari tadi kenap sih? Kok melamun terus!” Tanya Mamanya “Gini Ma… apa gak ada pilihan lain untuk tetap tinggal disini?” Tanya Adyth “Gak ada pilihan lain Dyth. Kita udah harus pindah ke bali!” Jawab Mamanya.
“Emangnya kenapa kamu tanya begitu? Kamu gak mau ninggalin 6 sahabat kamu?” Tanya Mamanya “Atau ada yang kamu taksir dan kamu gak tega ninggalin dia?” Tanya Mamanya lagi “Siapa namanya?” Tanya Mamanya lagi “Siapa? Yang mana? Cia? Reni? Devi? Tata?” Tanya mamanya lagi “Jawab ADYYTH!!!” Bentak mamanya “Iya ma. Ada yang aku taksir dari mereka ber4. Bahkan sudah pacaran.” Jawab Adyth “Siapa? kok gak kasih tau mama?” Tanya Mamanya “TATA Ma!” Jawab Adyth singkat “Tata? Yang selalu kamu traktirin ice cream itu?” Tanya Mamanya lagi “Iya ma! Udah ah Ma! Aku mau ngemasin barang-barang!” Jawab Adyth.

***

Keesokan harinya… “Ta? Lo jadi gak? ngantarin Adyth ke bandara?” Tanya Cia ke Tata “Hmm… sebenarnya pengen sih! Tapi lebih baik gak usah deh!” Jawab Tata “Kenapa Ta?” Tanya Cia lagi “Soalnya akan lebih baik jika tidak melihat dia disaat-saat kita akan berpisah.” Jawab Tata “Trus? Hubungan kalian?” Tanya Cia lagi “Kayaknya aku dan dia cukup sampai sini aja. Aku kan gak bisa LDR.” Ujar Tata “Oh gitu. yaudah, ntar aku kasih tau ke Adyth ya.” Ujar Cia. Kemudian HP Tata bergetar… “Kita lihat, apakah orang ini bisa melepas kepergian orang yang disayanginya atau tidak! Lebih baik ama aku aja! Aku lebih baik darinya!” Begitulah SMS yang masuk dari nomor yang meneror Tata dari kemarin. “Cia? Akhir2 ini, ada yang neror aku. Katanya dia suka sama aku. Dan dia senang kalau Adyth udah mau pindah.” Ujar Tata “Ohya, siapa? Boleh liat nomornya gak?” Pinta Cia. Tatapun memperliatkan nomor HP orang yang menerornya itu “APAAAA????” Ciapun kaget setengah mati melihat nomor itu “Itu kan nomornya si……” Ujar Cia sambil membisikkan nama pemilik nomor itu ke Tata. “APA? Jadi dia ya?” tanya Tata “Kok bisa jadi gini?” Tanya Tata lagi “Ohia, udah jam setengah 8 nih! Aku cabut dulu ya! Mau ngantarin Adyth nih!” Ujar Cia pamit “Yaudah! Hati hati ya… dijalan!” Ujar Tata.

Bersambung...

Tidak ada komentar: